preloader

Tips Liburan dengan Anak Autis

  • Home
  • -
  • Blog
  • -
  • Tips Liburan dengan Anak Autis
Tips Liburan dengan Anak Autis

Liburan seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Namun, bagi orang tua yang memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), liburan sering kali terasa menantang. Perubahan rutinitas, tempat baru, suara bising, hingga keramaian bisa memicu kecemasan, tantrum, atau overstimulasi pada anak autis.

Meski demikian, bukan berarti anak autis tidak bisa menikmati liburan. Dengan persiapan yang tepat dan strategi yang sesuai, liburan justru bisa menjadi sarana terapi alami untuk melatih adaptasi, komunikasi, dan kemandirian anak. Berikut adalah tips liburan dengan anak autis yang praktis, aman, dan terbukti membantu banyak keluarga.

1. Persiapkan Anak Sejak Jauh Hari

Anak autis sangat bergantung pada rutinitas dan prediktabilitas. Oleh karena itu, persiapan mental sebelum liburan adalah kunci utama. Ceritakan rencana liburan secara bertahap: ke mana akan pergi, naik apa, akan melakukan apa saja.

Gunakan gambar, video, atau social story agar anak lebih mudah memahami. Semakin anak mengenal situasi yang akan dihadapi, semakin kecil risiko kecemasan saat hari H.

2. Pilih Destinasi yang Ramah Anak Autis

Tidak semua tempat wisata cocok untuk anak autis. Hindari lokasi yang terlalu ramai, bising, atau penuh antrean panjang. Pilih destinasi yang:

  • Tidak terlalu padat

  • Memiliki ruang terbuka

  • Bisa dieksplorasi dengan tempo santai

Taman, kebun binatang, pantai sepi, villa, atau staycation sering kali lebih aman dibanding pusat hiburan yang penuh suara keras.

3. Buat Jadwal Fleksibel (Jangan Terlalu Padat)

Kesalahan umum orang tua adalah membuat jadwal liburan terlalu penuh. Bagi anak autis, terlalu banyak aktivitas justru memicu kelelahan sensorik. Buat jadwal ringan dan fleksibel, sisakan waktu istirahat, dan beri ruang jika anak perlu menenangkan diri.

Ingat, tujuan utama liburan dengan anak autis bukan mengejar banyak tempat, tetapi kenyamanan dan pengalaman positif.

4. Bawa “Perlengkapan Aman” Anak

Setiap anak autis biasanya memiliki benda favorit yang membuatnya tenang, seperti:

  • Mainan tertentu
  • Selimut kesayangan
  • Headphone peredam suara
  • Snack favorit

Benda-benda ini sangat penting sebagai alat regulasi emosi saat anak mulai tidak nyaman. Jangan meremehkan peran small things ini, karena bisa menjadi penyelamat di situasi darurat.

5. Perhatikan Sensori Anak

Anak autis sering mengalami gangguan sensori. Ada yang sensitif terhadap suara, cahaya, tekstur, atau bau. Saat liburan, perhatikan:

  • Hindari suara keras mendadak

  • Pilih tempat duduk yang tenang

  • Perhatikan makanan (tekstur & rasa)

Jika anak terlihat gelisah, segera cari tempat tenang. Jangan memaksa anak “harus bisa” karena setiap anak memiliki ambang toleransi yang berbeda.

6. Tetap Terapkan Rutinitas Dasar

Meski sedang liburan, usahakan jam makan, jam tidur, dan rutinitas inti tetap terjaga. Ini membantu anak merasa aman dan stabil secara emosional. Rutinitas yang konsisten akan menurunkan risiko meltdown selama perjalanan.

7. Jadikan Liburan sebagai Media Terapi Alami

Liburan sebenarnya adalah sarana terapi yang sangat baik. Anak bisa belajar:

  • Adaptasi lingkungan baru
  • Melatih komunikasi
  • Melatih motorik (berjalan, naik tangga, bermain)
  • Melatih interaksi sosial

Namun agar manfaatnya maksimal, anak perlu dasar kemampuan yang baik melalui terapi profesional.

Peran Terapi dalam Mempersiapkan Anak Autis untuk Liburan

Anak autis yang menjalani terapi rutin biasanya lebih siap menghadapi perubahan, lebih mampu mengelola emosi, dan lebih fleksibel secara perilaku. Di sinilah peran Holistikids menjadi sangat penting.

holistikids.com adalah layanan terapi anak autis dengan pendekatan holistik dan individual. Program terapi disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap anak, sehingga anak tidak hanya berkembang di ruang terapi, tetapi juga siap menghadapi dunia nyata—termasuk saat liburan.

Layanan unggulan Holistikids meliputi:

  • Terapi Wicara – membantu komunikasi selama perjalanan
  • Terapi Okupasi – melatih kemandirian (makan, berpakaian, toileting)
  • Terapi Sensori Integrasi – mengurangi sensitivitas sensori
  • Terapi Perilaku (ABA) – melatih fokus dan adaptasi
  • Terapi Tumbuh Kembang – stimulasi menyeluruh

Pendekatan Holistikids tidak hanya fokus pada anak, tetapi juga membekali orang tua dengan strategi praktis yang bisa diterapkan di rumah maupun saat bepergian.

Liburan dengan anak autis memang membutuhkan persiapan ekstra, kesabaran, dan fleksibilitas. Namun dengan strategi yang tepat, liburan bisa menjadi momen berharga untuk membangun bonding, melatih kemandirian, dan memperluas pengalaman anak.

Dan yang paling penting, anak autis yang mendapatkan terapi tepat akan jauh lebih siap menghadapi perubahan, termasuk saat liburan.

Jika Anda ingin anak lebih tenang, adaptif, dan percaya diri saat bepergian, Holistikids siap menjadi partner terbaik keluarga Anda.

👉 Temukan cabang terdekat di Bekasi, Tangerang Selatan, Karawang, Depok, atau Pekanbaru
👉 Mulai langkah terbaik hari ini untuk masa depan anak Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TESTIMONI PARA ORANG TUA

LIPUTAN MEDIA

Rumah Terapi Holistikids Bekasi :

Jl.Pulo Ribung Blok AR1 No.29 Ruko Taman Galaxy, Grand Galaxy, Jakasetia, Bekasi Selatan

Rumah Terapi Holistikids Bintaro :

Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan

Rumah Terapi Holistikids Pekanbaru :

Jl. Dahlia No .34, Kec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau

Rumah Terapi Holistikids Karawang :

Jl.Ruko Race Resinda, Jl. Resinda Raya TA 5-26, Purwadana, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat

Rumah Terapi Holistikids Depok :

Jl. Perum Bumi Ampel Raya No.16A, Abadijaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat